catatan empuss


Jawa Bercerita di Ullen Sentalu

Pertama kali denger kata Ullen Sentalu dari balesan komen foto temen kuliah, si Kucing, di Facebook. ‘Itu foto di Ullen Sentalu, Kaliurang, Yogyakarta. You must there! Trust me! Aku aja ketagihan ke sana. Suasananya mistis romantis gitu…’

Wew Ullen Sentalu? Sejenis apa tuh? >.<

Hasil googling, Ullen Sentalu adalah sebuah museum. Museum kebudayaan Jawa lebih tepatnya, tapi ada juga yang bilang museum batik. Terletak di kaki selatan Gunung Merapi, di Taman Kaswargan (dijuluki Taman Surga), salah satu sudut terindah di wilayah Kaliurang. Di sono, dengan ditemeni seorang tour guide, kita dapat nemuin all about keraton Jogya-Solo tempoe doeloe, sajian lukisan dan foto, batik, sampe surat-surat, plus minuman wedang jahe buat sajian penutup tour to the museum…

HTM masuk museum yang dibuka untuk umum sejak 1997 ini beragam, 15 ribu buat pelajar/mahasiswa, 25 ribu untuk umum, dan 50 ribu khusus buat para bule (harga bisa berubah seiring dengan waktu :D ). Dulu, Ullen Sentalu statusnya museum pribadi, jadi cuma yang berdarah biru aja yang punya akses… wuaahh…

Apa aja yang ada di balik museum? Well, ni (sebagian) listnya, plus yang nggak terlewatkan dari hasil cuap-cuap si tour guide…

Ullen Sentalu berasal dari peribahasa Jawa, ‘Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku’, yang berarti Pelita kehidupan. Museum seni dan budaya ini terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya Ruangan Guwo Selo Giri dan lima ruangan di Kampung Kambangan, yaitu Balai Sekar Kedaton, Ruangan Paes Ageng, Ruangan Vorstendlanden Batik, Ruangan Batik Pesisiran dan Ruangan Putri Dambaan.

Di Ruangan Guwo Selo Giri terpajang foto-foto dan lukisan tokoh-tokoh keraton, diantaranya foto Ibu Hartini (istri ke empat Presiden Soekarno), potret Ibu BRAy Partini Djayadiningrat (putri dari Mangkunegara VII-nenek dari Dimas Jay, sutradara film), gambar Pakubuwono X, foto-foto karya Kassian Cephass (pelopor fotografi Indonesia), and many more…

Bercerita tentang Pakubuwono X, konon beliau adalah raja terkaya seantero Jawa, orang pertama yang mampu membeli mobil pada tahun 1907, dan weww… punya 41 istri (2 permaisuri n 39 selir), hasilnya 63 putra putri… Jadi inget film Anna ‘n The King. Film yang dibintangi sama Chow Yun Fat dan Jodie Poster itu berkisah tentang seorang guru bule yang jadi English Teacher bagi 58 anak raja Thai pada abad 19. Nah, ada tuh hasil googling aku yang nulis satu kalimat yang terucap dari sang raja, ‘ Aku belum mengerti bagaimana seorang pria bisa puas hanya dengan satu wanita’. Ck, ck, ck…

Penasaran sama pose berani jaman dulu? Ada satu foto di Guwo Selo Giri karya Kassian Cephass yang berjudul ‘Denok’ yang dianggap vulgar pada masa itu. Denok menggambarkan seorang gadis biasa yang berpose duduk di atas dipan dengan kostum semacam kemben yang menutupi dada sampe lutut. Konon, dulunya tuh dilarang keras buat cewe menaikkan kain lewat tiga cm dari mata kaki, makanya pose ini dianggap berani. Wewhh…

Masih di guwo Selo Giri, di sini kita bakal ketemu desainer keraton tempoe doeloe. Wanita yang jago mendesain pakaian dan aksesoris itu bernama Retno Puwoso, putri dari Pakubuwono X dan istri dari Paku Alam VII. Hasil desain Retno Puwoso yang ajaib dapat dilihat dari lukisan dirinya yang mengenakan kebaya dengan kalungan kipas bulu yang menjuntai dari leher sampe mata kaki.

Beralih ke Kampung Kambangan. Nah, ada satu ruangan yang khusus nyimpen surat-surat berbahasa Belanda dari temen-temen GRAj. Koes Sapariyem atau yang akrab disapa Putri Tineke, namanya Balai Sekar Kedaton. Isi surat kebanyakan tentang support buat sang putri yang lagi patah hati, cinta yang nggak direstui ortu…

Mo nikah ala Jawa? Ada inspiring room tuh di ruangan Paes Ageng, satu ruangan khusus anything about pernikahan Jawa. Dari mulai baju penganten sampe acara adatnya.

Menuju ruangan Batik, berdasar info dari Ruangan Batik, dulu batik cuma boleh dipake sama anggota keraton. Ide motif batik nggak sembarangan, harus diperoleh dengan berpuasa dan bertapa sebelumnya. Setelah mendapat wangsit, barulah filosofi dalam wangsit itu dituangi di selembar kain. Ada cerita seru tentang batik bermotif bintang. Inspirasi batik karya seorang permaisuri keraton itu didapat dari hasil lamunannya menatap bintang-bintang malam setiap kali merasa kesepian karna ditinggal sang raja berduaan ma selir. Nah, bukan cuma motif batik indah aja yang dihasilin permaisuri, bahkan hati sang raja pun berhasil dipikat lagi karena ‘roh’ dari batik itu. Kayak jampi-jampi gitu, hoho… So, permaisuri nggak kesepian lagi deh…

Masih tentang batik, satu lagi ruangan yang dinamakan Ruangan Batik Pesisiran. Sesuai sama namanya, ruangan ini memajang batik dari pesisir, daerah Cirebonan. Motifnya, cenderung lebih cerah dan indah, tapi waktu itu nggak terlalu diminati karna nggak mengandung filosofi, nggak kayak motif batik Solo-Jogya yang kaya makna.

Last room dari tour Ullen Sentalu adalah Ruangan Putri Dambaan, ruangan yang didedikasikan untuk Gusti Nurul ato lengkapnya GRAy Siti Nurul Kamaril Ngarasatin Kusumawardhani (a charming princess from Keraton Solo-my next written must about her…). Seorang putri modern di jamannya, yang punya hobi mahal; berkuda, tenis dan renang. Jadi rebutan orang-orang besar, sebut aja dari Bung Karno, Sultan Hamengkubuwono IX, Panglima Djatikusuma sampe Sutan Sjahrir. Tapi karna si putri anti poligami, jadi semua lamaran ditolak… wewhh…

Akhir wisata, tamu disuguhi Kusmayana Drink, resep dari Putri Kusmayana, paduan jahe, cengkih, daun kayu manis dan gula jawa yang konon bisa bikin awet muda ^^. Selepas dari sini, acara bebas, cuz tugas sang guide uda selesai. Ada gift shop, Restoran Beukenhof, Meeting Room dan lain-lain yang bisa dicoba. Ato mo foto pre wed sekalian? >.<

Visit Ullen Sentalu @ Jl. Boyong, Kaliurang, Yogyakarta. Telp. +62 274 895161. www.ullensentalu.com. Open: tuesday to sunday at 09.00 until 04.00 pm.


empuss mulai ngeblog

Hai……….

Empuss nyobain ngeblog di detik nih, buat nampung catatan2 empuss, biar ga jadi penghuni kompi doang… ^^